Tampilkan postingan dengan label kakak tua. Tampilkan semua postingan
Beternak burung jenis paruh bengkok seperti kakatua, bayan atau nuri, ternyata tidak sesusah dibilang orang. Asalkan peternak memahami betul karakter burung tersebut, maka segalanya akan menjadi mudah. Seperti yang dilakukan PT Anak Burung Bali Tropikana (ABBT) yang beralamat d Jalan Dangin Puri Banjar Apuan Singapadu Gianyar Bali, ratusan jenis burung paruh bengkok dengan mudah dikembangbiakkan.
Seperti diberitakan Agrobis Burung edisi Minggu 1 Juni 2010, PT Bali Tropikana yang berdiri tahun 90-an telah berhasil menangkarkan berbagai jenis burung kakatua seperti kakatua hitam, alba, medium, molukan, laser, citron, sanguinea, dan govin, bayan sekitar 6 jenis dan nuri sekitar 60 jenis. Awalnya sasarannya pasar internasional, tetapi kini lebih memfokuskan ke pasar nasional.
Menurut Dewa Astawa, penanggung jawab penangkaran, beternak jenis paruh bengkok cukup sederhana asalkan memahami betul karakter burung tersebut. Seluruh binatang, kata Dewa Astawa punya naluri yang kuat untuk berbiak ketika sudah memasuki umur dewasa. Persoalannya adalah bagaimana membangkitkan naluri berbiaknya tersebut di dalam kandang?
Untuk itu, ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi. Baik eksternal dan internal. Dari luar mesti dipersiapkan kandang yang ideal untuk indukan. Jenis kakatua biasanya menyukai kandang yang berukuran luas. Ukuran kandang kakatua raja diusahakan tidak lebih kecil dari luas 2x3x1,5 meter. Nuri bisa lebih kecil sedikit akan tetapi burung tidak boleh merasa tertekan.
Jenis paruh bengkok biasanya menyukai sarang yang gelap dan agak dalam. Untuk ilu diperlukan bahan dari kayu kelapa atau enau. “Diusahakan burung benar-benar nyaman di kandang.” tambah Dewa yang meyakinkan kalau sudah nyaman ia akan terangsang untuk kawin. Kebersihan kandang juga penting agar terhiondar dari penyakit seperti penyemprotan desinfektan secara periodik.
Faktor makanan, katanya, juga berperan penting. Kecukupan pakan akan mendorong burung untuk berbiak. Jika burung tidak sehat maka otomatis naluri berbiaknya akan terhenti. Untuk penangkaran juga perlu dipilih indukan yang sehat dan cukup umur. Misalnya dewasa mulai birahi umur 2,5 tahun sampai 3 tahun. Namun khusus kakatua raja, bisa mencapai 4 tahunan. Lebih baik kakatua mencari pasangan sendiri kemudian dipisahkan dari kumpulan indukan di sangkar kecil. Namun ketika dipasangkan di dalam sangkar, burung tersebut mesti diperhatikan beberapa jam karena ada kemungkinan bertengkar.
Cara lain untuk mempercepat penjodohan dengan jalan menyuntikkanobat anti stres agar burung lebih tenang. Jika sudah benar-benar jodoh, ditandai dengan bercumbu, barulah dipindahkan ke kandang penangkaran.
Pakan, tentukan produktivitas
Jenis paruh bengkok, kata Dewa Astawa, umumnya mengkonsumsi kacang-kacangan dan buah-bua-an. Makanan ini diberikan ada yang dalam bentuk yang sudah direbus dan masih kering (biji matahari, kenari seed dan millet). Pakan basah dan kering sebaiknya diberikan secara berdampingan.
Jenis kakatua doyan menyantap makanan basah dan kering. Sedangkan semua jenis nuri di Bali Tropikana yang terdapat 60 jenis di antaranya nuri kepala hitam yang laris diminati penghohi burung, justru hanya mengkonsumsi makanan yang dalam kondisi cair. Makanan nuri yakni berbagai jenis sayur yang berwarna hijau seperti bayam dan kangkung dan berbagai buah seperti pisang, pepaya, apel dan jeruk. Ada yang dipotong-potong kecil namun di Bali Tropikana lebih memilih diblender menyerupai jouce ditambah dengan gula jawa.
Semua burung yang ada di Bali Tropikana tidak mengonsumsi voer. Karena jika memberikan voer mesti agak hati-hati, tidak boleh berlebihan apalagi tersisa. Voor basah yang masih sisa di tempat atau di sekitar mulut sampai esok hari akan mudah dihinggapi bakteri yanii membuat burung menjadi sakit.
Beternak kakak tua
1Ciri-ciri Fisik dan Perilaku.
Salah satu spesies kakatua ini mempunyai ukuran sedang dengan panjang sekitar 35 cm. Semua bulunya berwarna putih semua. Di kepalanya terdapat jambul berwarna kuning yang dapat ditegakkan. Kakatua-kecil jambul-kuning memiliki paruhberwarna hitam serta kulit di sekitar matanya berwarna kebiruan dan kakinya berwarna abu-abu. Bulu-bulu terbang dan ekor burung langka ini berwarna kuning.
Kakatua Kecil Jambul Kuning dalam bahasa latin disebut Cacatua sulphurea (Gmelin, 1788). Sedang dalam bahasa Inggris burung yang nyaris punah ini disebut Yellow-crested Cockatoo atauLesser Sulphur-crested Cockatoo. Burung berparuh bengkok ini mendiami daerah hutan, pingiran hutan, semak hingga daerah pertanian dengan ketinggian mencapai 800 meter dpl. Jenis kakatua ini membuat sarang pada batang-batang pohon tertentu. Makanan burung ini adalah biji-bijian, kacang, dan aneka buah-buahan. Sebagaimana jenis kakatua lainnya, Kakatuan Kecil Jambul Kuning (Cacatua sulphurea) merupakan burung yang pandai. Burung yang nyaris punah ini dapat dilatih untuk melakukan berbagai gerakan dan menirukan ucapan manusia.
Anak jenis dan Persebaran Kakatua Kecil Jambul Kuning. Kakatuan Kecil Jambul Kuning (Cacatua sulphurea) merupakan burung endemik Indonesia dan Timor Leste. Burung yang nyaris punah ini tersebar di seluruh Nusa Tenggara (termasuk Bali dan Timor), Sulawesi dan pulau sekitarnya, serta di kepulauan Masalembu.
Kakatuan Kecil Jambul Kuning terdiri atas 4 subspesies (anak jenis), yaitu:
Cacatua sulphurea sulphurea; Anak jenis ini tersebar mulai dari pulau Sulawesi, Muna, Buton, Tanahjampea, Kayuadi, Kalao, Madu, Kalaotoa, dan Kepulauan Tukangbesi.
Cacatua sulphurea parvula; Anak jenis ini tersebar di Nusa Tenggara, kecuali Pulau Sumba (Lombok, Sumbawa, Moyo, Padar, Rinca, Komodo, Flores, Pantar, Alor, Semau, dan Pulau Timor). Selain itu terdapat juga di Nusa Penida dan Bali.
Cacatua sulphurea citrinocristata; merupakan anak jenis endemik Pulau Sumba. Anak jenis ini mempunyai jambul berwarna orange.
Cacatua sulphurea abbotti; Anak jenis ini merupakan endemik kepulauan Masalembu. Masalembu merupakan kepulauan di Laut Jawa yang terdiri tiga pulau (Masalembu, Masakambing, dan Keramaian). Kepulaun ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Populasi dan Konservasi. Populasi Kakatua Kecil Jambul Kuning semakin terancam punah. Menurut data IUCN Redlist (2007), populasi burung ini di alam bebas diperkirakan tidak lebih dari 7.000 ekor saja. 3.200-5.000 ekor terdapat di pulau Sumba, 500 ekor di pulau Komodo, 200-300 ekor di Timor Leste, 200-300 ekor di Sulawesi, 20-50 di Timor Barat, 40-70 di Flores, 50-100 di Sumbawa, 100 di Pulau Rinca dan sekitar 700 burung di berbagai pulau lainnya.
Bahkan berdasarkan survei Bird Life Internasional, populasi burung berjambul kuning ini jauh lebih sedikit. Seperti populasi anak jenis C. s. abbotti yang endemik Masalembu (2008) tinggal 10 ekor dan C. s. sulphurea diperkirakan hanya tinggal 24 ekor saja. Sedangkan dua anak jenis lainnya (C. s. citrinocristata dan C. s. parvula) diperkirakan populasi masing-masing masih di atas 500-an ekor.
Populasinya yang semakin menurun dan nyaris terancam punah membuat membuat IUCN Redlist memasukkan burung ini dalam status konservasi Critically Endangeredsejak 2000. CITES juga telah memasukkan burung ini dalam daftar Apendik I sejak 2005. Dan oleh pemerintah sendiri, burung Kakatua Kecil Jambuil Kuning (Cacatua sulphurea) termasuk binatang yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999.
Meskipun demikian, penurunan populasi masih terus terjadi. Penurunan ini diakibatkan oleh perburuan dan perdagangan bebas. Tidak sedikit burung Kakatua Kecil Jambul Kuning yang ditangkap dari alam liar kemudian di jual ke luar negeri. Padahal burung ini telah terdaftar dalam CITES Apendiks I yang artinya sama sekali tidak boleh diperdagangkan secara komersil. Hal ini masih diperparah dengan degradasi habitat (kerusakan hutan) yang terjadi di Indonesia.
Menurut data dari LSM Burung Indonesia, Selama tahun 1981-1992 sebanyak 97 ribu ekor kakatua kecil jambul kuning telah diekspor keluar Indonesia. Pada 1993, lebih dari seribu ekor burung ini telah diselundupkan melalui Singapura.
Satu fakta unik saya dapatkan dari www.burung.org. Hingga tahun 1999, tercatat jumlah populasi burung Kakatuan Kecil Jambul Kuning yang terbentuk tanpa sengaja di Singapura (sebanyak 200 ekor) dan Hong Kong (30-50 ekor). Terbentuknya populasi di luar habitat aslinya ini diperkirakan akibat pelepasan burung peliharaan baik disengaja ataupun tidak.
Terciptanya populasi baru di luar negeri dan semakin langka serta terancam punahnyaKakatuan Kecil Jambul Kuning di berbagai habitat aslinya di Indonesia membuat miris. Bisa jadi suatu ketika burung ini punah dari Indonesia dan populasi malah berkembang biak di luar negeri.
Sekilas tentang kakak tua jambul kuning
0
Spesies burung yang ada di Kebun Binatang Ragunan sekitar 270 spesies. Kebanyakan hasil penangkaran dan mengembang-biakan sendiri atau tukar menukar burung yang berbeda dari kebun binatang lain untuk menambah koleksi yang ada”, ujar Wahyudi Bambang, Bagian Promosi Bidang Rekreasi Pelayanan Publik Kebun Binatang Ragunan, Jakarta.Ada beberapa spesies di antaranya termasuk burung langka yakni burung merak biru, jalak bali, dan kakatua. Perkembang-biakan burung di Kebun Binatang Ragunan dilakukan secara alami untuk burung kakatua cukup dengan mengamati perilaku. Bila bertelur akan dierami selama 28-35 hari. ”Jumlah anak kakatua sudah banyak, ada beberapa kelahiran yang kita amati di sini, setiap burung perawatannya berbeda-beda dari yang lainnya”, jelas Wahyudi.
Sunaryo salah satu perawat burung Ragunan mengatakan, merak biru adalah burung yang perawatannya sangat mudah dan tidak merepotkan, sedangkan burung kakatua adalah binatang yang luar biasa setia, bulu mereka sangat lembut dan indah. ”Burung ini sangat pintar dan ingin tahu”, imbuhnya.
“Burung kakatua senang pamer diri dan membuat tingkah lucu dengan membentangkan sayapnya, kepalanya naik turun, menari dan berteriak. Mereka sangat aktif dan selalu ingin tahu mengenai lingkungan sekitarnya”, jelas Sunaryo yang setiap hari-harinya merawat burung di Ragunan.
Burung kakatua, tumbuh sehat sebagai hewan peliharaan jika tuannya menyediakan banyak waktu dan perhatian kepadanya. Burung merasa bosan bila ia bersuara melengking dan mencabuti bulunya sendiri. ”Saya di sini selain membersihkan dan menjaga burung terkadang saat memberi makanpun saya ajak bermain”, ungkapnya.
Burung ini berkelakuan sangat berbeda dibanding burung lainnya. Mereka lebih banyak mempunyai warna bulu burung yang sewarna, seperti putih atau hitam dan mereka mempunyai kepala yang tegak lurus, kemampuan bergerak mengikuti sesuatu. Paruhnya sangat besar, kuat dan mudah menghancurkan objek.
Berikut cara merawat Burung Kakak tua, berlaku untuk semua jenis Burung kakak tua baik Burung Kakatua Raja / Burung Kakatua jambul kuning atau jenis yang lain :
Membuat kandang kakatua
Burung Kakatua merupakan jenis burung yang dilindungi sehingga perlu izin dari pihak terkait jika ingin memeliharanya. Kandang burung kakatua kecil bisa dibuat (70 x 70 x 100) cm. Sementara untuk burung kakatua dewasam buat ukuran kandang (100 x 100 x 200) cm. Gunakan kandang yang berjeruji horisontal karena burung kakatua suka memanjat. Burung Kakatua juga mempunyai paruh yang kuat sehingga mampu menghancurkan jeruji dan menabrakkan dirinya di dalam kandang. Berikan snap lock yang terbaik untuk keamanan pintu kandang. Buat tenggeran berukuran 26-30 mm untuk kakatua kecil dan 35-45 mm untuk kakatua besar. Ranting dari pohon buah juga sangat baik diberikan di dalam kandang.
Melatih kakatua berkicau
Melatih burung Burung kakatua bicara memerlukan rasa kasih sayang, kesabaran, dan konsisten. Burung yang masih kecil pada umumnya jauh lebih mudah dilatih daripada burung yang sudah besar. Metode pelatihan dilakukan secara konsisten. Setiap perkataan atau frase yang diajarkan harus ditunjang oleh arti atau tanda yang membedakannya dari perkataan lain. Sebagai contoh, pada waktu matahari terbit secara rutin dan berulang-ulang ucapkanlah ”Selamat Pagi” dan pada waktu matahari terbenam ucapkanlah ”Selamat Malam”. Dari perbedaan waktu pagi dan malam, si burung akan menyadari perbedaan arti dari kedua perkataan tersebut. Sebelum mahir benar, jangan ajak kakatua bercanda dulu, misalnya menawarkan makanan, tetapi tidak jadi diberikan.
Memandikan Burung kakatua
Memandikan Burung kakatua akan membuat bulu-bulunya menjadi mengilap dan bentuknya menjadi bagus. Seminggu sekali, sebaiknya kakatua dimandikan. Gunakan air pancuran atau selang yang menggunakan spray head. Namun, bila menggunakan air pancuran, tahan semprotan air dengan tangan. Saat memandikan, usahakan sayapnya tetap dalam keadaan seimbang. Selain itu, sediakan mangkuk atau wadah keramik berukuran panjang 30-35 cm untuk berendam. Untuk berendam, gunakan air yang hangat kuku. Setelah dimandikan sebaiknya dijemur agar bulunya tidak rusak. jangan terkena sinar matahari langsung, waktu memandikan yang baik pagi hari pada saat cuaca cerah atau sore hari.
Ragam makanan kakatua
Berikan biji-bijian dengan suplemen tambahan seperti sprouted seeds sebagai makanan kakatua. Buah-buahan dan sayuran, seperti apel, pir, plum, pepaya jeruk, pisang, peach, wortel, brokoli, dan kacang panjang juga bisa diberikan pada kakatua. Jangan berikan avokad karena bersifat racun bagi burung. Jangan berikan bumbu penyedap dan daging pada setiap makanannya karena akan mengakibatkan kegemukan. Setiap minggu, Anda juga bisa memberikan calcium blocks yang telah dihancurkan dan ditaburkan di dalam makanannya. Wadah untuk makanan dan minuman sebaiknya terbuat dari keramik atau stainless steel.
1. Burung Branjangan
- Melatih branjangan dan sanma bertengger di alas batu
- Pakan alternatif untuk burung branjangan
- Beberapa faktor penentu branjangan mau bunyi
- Menjinakkan dan merawat branjangan bakalan yang giras
- Memahami karakter hovering pada burung branjangan
- Perawatan plus-plus untuk branjangan bakalan di musim hujan
- Khasiat undur-undur untuk branjangan dan perkutut
- Tips memelihara dan merawat piyik burung branjangan
- Menangkar branjangan di sangkar gantung ala Padepokan Gamprit
- Tips memilih dan merawat sangkar burung branjangan
- Merawat branjangan dan membuat bubukan bata
2. Burung Anis Kembang
- Menjaga kondisi burung perkutut di musim hujan
- Khasiat undur-undur untuk branjangan dan perkutut
- Perkutut ajaib, berkaki tiga bersuara istimewa
- Breeding perkutut bukan hitungan matematika: Intermezo kungmania
- Tips Merawat Burung Perkutut Supaya Rajin Bunyi
- burung perkutut jawa
- Cara Mudah Membedakan Burung Perkutut Jantan dengan Perkutut Betina
- cara burung perkutut rajin bunyi
- TIPS CARA MEMELIHARA DAN MERAWAT PERKUTUT LOKAL (KATURANGGAN) / BANGKOK
- Tips Pemberian Pakan Olahan untuk Burung Perkutut
20. Burung Gelatik
- Gelatik Batu
- Cara Merawat Burung Gelatik batu Agar Tetap Gacor Dan Tips Racikan Pakan
- TIPS CARA MERAWAT BURUNG GLATIK BATU AGAR RAJIN BERKICAU
- Tips memaksimalkan gelatik batu di lapangan
- CARA BETERNAK BURUNG GELATIK
- ANCAMAN PENYAKIT PADA BURUNG GELATIK
- TIPS UNTUK MEMILIH INDUKAN GELATIK YANG BAIK
- PROSES DAN PERAWATAN MASA BERTELUR
- CARA PERAWATAN BURUNG GELATIK YANG BENAR
- Cara Menjodohkan pasangan induk
Gimana? sekarang udah nambah banyak kan informasi tentang burung hehe. semoga bermanfaat yaa.
(by Runa)
(by Runa)